Mari Bermimpi.......................
Wahai sahabat,
dapat kau lihat betapa kecilnya diriku? Aku seperti sebutir debu yang menempel
di daun pinus bukan? orang-orang di sana-sini pasti tak melihatku. Meskipun
demikian, aku punya mimpi yang besar, lebih besar berkali-kali lipat daripada
wujud dan kemampuanku. Karena aku yakin, Tuhan yang akan membantuku mewujudkan
mimpi-mimpi itu. “Hey si kecil, kau jangan terlalu bermuluk-muluk dalam
bermimpi, nanti kalau jatuh baru tau rasa kau!” begitulah ucapan peri jahat
yang seringkali kudengar. “Hey si kecil, kamu mau jadi presiden? apa kamu mau
jadi dokter? hahaha!!” peri jahat tertawa mengejekku. Wahai peri, mimpi besarku bukan ingin menjadi
seorang presiden atau dokter. Aku hanya ingin menjadi orang yang mudah-mudahan
dapat mengajari anak-anak membaca dan menulis. Aku ingin membacakan dongeng sebelum anak-anak tidur.
Agar dalam tidurnya, mereka dapat bermimpi yang indah-indah dan luar biasa.
Sehingga setelah mereka bangun, mereka dapat menuliskan mimpi-mimpinya untuk
diajukan kepada Tuhan.
Sekecil apapun posisi
atau kemampuan kita, jangan pernah minder untuk bermimpi. Mari kita sama-sama bermimpi,
sebanyak-banyaknya, setinggi-tingginya, sebagus-bagusnya, seindah-indahnya, bahkan
sekonyol-konyolnya. Bukankah mimpi itu kenikmatan yang sungguh luar biasa? ketika
kita bisa berharap menjadi apapun semaunya. Dan Tuhan tidak melarang itu.
Sebenarnya kita
cukup melaksanakan dua tugas agar mimpi kita berhasil. Petama kita perlu
menyusun proposal mimpi seindah mungkin untuk diajukan kepada Tuhan. Kedua,
kita hanya perlu berusaha dengan sungguh-sungguh untuk meraih mimpi-mimpi itu. Memang
dalam usaha meraih mimpi, kita tidak selalu mendapati jalan yang mudah. Banyak
duri dan kerikil tajam yang sewaktu-waktu melukai kaki kita. Tapi itulah jalan
satu-satunya yang harus kita tempuh. Jangan khawatir, toh ketika mimpi kita
sudah tercapai, luka itu akan sembuh dengan sendirinya.
Jadi, teruslah bermimpi, jangan pernah
berhenti. Sekalipun kaki kita terluka, terkoyak, berdarah-darah, tetaplah
berlari, berlari semakin kencang. Akan lebih baik jika seperti itu. Daripada
kita tidak mengalami kesakitan sama sekali. Itu berati kita termasuk orang yang
tak punya mimpi. Asalkan kamu tau. Orang
yang tak punya mimpi, sejatinya ia telah lumpuh, bahkan mati. Tentu kita tidak
ingin menjadi orang seperti itu bukan?.
Komentar
Posting Komentar